Mengapa Harus Menentang Perdagangan Carbon

The Global Day of Action, berlangsung Sabtu, memberikan momentum bagi aktivis lingkungan memiliki Peragaan Internasional tentang Perubahan Iklim, yang merupakan demonstrasi skala global yang diselenggarakan di berbagai negara untuk menekankan bahwa pengurangan emisi tidak dibuat menjadi mekanisme perdagangan karbon. Perdagangan karbon, dengan negara-negara maju sebagai ‘pembeli’ dan negara-negara berkembang sebagai ‘penjual’, akan menjadi mekanisme yang tidak adil.

“Perdagangan karbon dari negara-negara berkembang diklaim sebagai upaya untuk pengurangan emisi oleh negara-negara maju, berarti bahwa emisi akan terus dari industri yang dikembangkan. Hal ini pengalihan dari pengurangan emisi harus ditentang,” kata direktur eksekutif Wahana Lingkungan Hidup ( Walhi) Berry Nahdian Forqan, Jakarta.

Bersama dengan aktivis lingkungan lainnya, Walhi mengarahkan tuduhan melalui Global Day of Action ke Kedutaan Besar AS di Jakarta. Amerika, dengan total emisi 36,1 persen di dunia, sejauh ini enggan untuk menyetujui target pengurangan emisi sesuai dengan Protokol Kyoto. Ini adalah preseden buruk bagi negara-negara lain.

Kesepakatan global yang terkandung dalam Protokol Kyoto, menurut Berry, target pengurangan emisi di 24-25 persen, dari tingkat 1990, pada tahun 2020, khususnya untuk negara-negara industri atau Lampiran-1. Berdasarkan pertimbangan dan analisis ilmiah, jika target pengurangan emisi tidak tercapai maka suhu global diperkirakan meningkat hingga 2 derajat Celsius selama 100 tahun.

“Kenaikan dari 2 derajat Celcius akan memperburuk dampak perubahan iklim dan bencana yang buruk akan dihadapi oleh negara-negara berkembang, yang tidak maju. Negara-negara maju sekarang lebih siap menghadapi bencana dari perubahan iklim,” kata Berry.

Wetlands

Melalui portal berita, Sabtu lalu, kepala satuan kerja untuk tanah-Gunakan perubahan, dan kehutanan Dewan Nasional tentang Perubahan Iklim, Doddy Sukadri, dari Konvensi Kerangka Kerja PBB mengenai Perubahan Iklim (UNFCCC) di Kopenhagen, denmark, menyatakan bahwa Indonesia menekankan pentingnya pengurangan emisi dengan mempertahankan lahan basah.

Mantan direktur eksekutif Walhi, Chalid Muhammad, menyatakan bahwa dari sudut pelestarian hutan dan lahan basah, Indonesia dihadapkan pada ironi dari ekspansi perkebunan kelapa sawit di beberapa daerah diizinkan oleh pemerintah. “Para ekspansi minyak sawit melanggar pada hutan heterogen yang mengandung keanekaragaman hayati.” (KOMPAS.com)

1 Komentar

Filed under Hari Ini

One response to “Mengapa Harus Menentang Perdagangan Carbon

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s