Harga Mobil Dinas Menteri 1,2 Milyar

Para menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) serta pejabat tinggi negara, sejak kemarin telah menikmati fasilitas mobil dinasbaru. Untuk lima tahun mendatang, para menteri dan pejabat tinggi negara akan menggunakan Toyota Crown Royal Saloon G. Kendaraan baru itu satu kelas lebih tinggi dari mobil sebelumnya, Toyota Camry.

Mensesneg Sudi Silalahi mengatakan, pergantian mobil itu sudah dianggarkan oleh kabinet sebelumnya. Anggaran pengadaan mobil itu jugasudah disetujui oleh parlemen periode lalu.

”Itu sesuai program jauhsebelum kabinet berakhir,” kata Sudi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, kemarin. Sudi mengatakan, pemerintahan yang lalu berkewajiban mempersiapkan kabinet saat ini. ”Dulu Mensesneg-nya bukan saya, tapi ketika itu sudah dirancang dan sudah dibawa ke DPR dan sudah disetujui. Karena sudah disetujui DPR, diproses dan baru direalisasi sekarang,” kata Sudi.

Sudi mengatakan, pengadaan mobil baru disesuaikan dengan jumlah menteri di kabinet serta pejabat tinggi negara. Kabinet IndonesiaBersatu beranggotakan 34 menteri dan 3 pejabat setingkat menteri. Mobil dinas juga diberikan kepada pimpinan lembaga tinggi negara di MPR, DPR, DPD, MA, MK, dan BPK.

Menurut mantan Menteri Sekretaris Kabinet ini , pergantian itu merupakan hal wajar. Usia pakai kendaraan selama lima tahun, kata Sudi, sudah tidak efektif. ”Apalagikemarin kelasnya Camry. Saya merasakan seringkali ke bengkel,” katanya. ”Saya kira tidak berlebihan. Mobilnya juga bukan mobil mewah, Toyotajuga. Pokoknya satu grade di atasnya lah,” tambah Sudi.

Menurut Sudi,  harga mobil baru itu tidak sampai Rp 1 miliar. Jika tanpa memperhitungkan pajak, harga mobil berkapasitas mesin 3.000 cc tersebut memang ”hanya” Rp 600 juta. Namun jika dengan pajak, harganya mencapai Rp1,2-1,3 miliar.

Sesuai ketentuan, pemerintah  pusat tetap menanggung pajak atas mobil dinas. Untuk pajak barang  mewah, akan menjadi penerimaan negara dan kembali lagi ke pemerintah pusat. Sedangkan bea balik nama, akan dipungut oleh Pemda.

Sebagai gambaran, pada November lalu, pemerintah mengajukan tambahan pos Anggaran Untuk Kebutuhan Mendesak APBN-P 2009. Salah satu itemnya adalah keperluan Pembayaran Pajak Pengadaan Kendaraan Dinas untuk Menteri/Pejabat Setingkat Menteri dan Ketua/Wakil Ketua Lembaga Tinggi Negara Kabinet periode 2009 – 2014. ”Nilainya Rp62,8 miliar,” ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ketika itu.

Sri Mulyani menyebut, anggaran senilai Rp62,8 miliar tersebut digunakan untuk membayar pajak 80 unit mobil. Sehingga, nilai pajak yang harus dibayar per 1 mobil sekitar Rp785 juta. Pajak tersebut termasuk Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM), serta pajak kendaraan bermotor dan berbagai biaya administrasi lainnya. Dengan pajak mobil yang Rp62,8 miliar, jumlah anggaran pengadaan diperkirakan tidak jauh beda dengan anggaran pajak mobil.

Sudi meminta pengadaan mobil baru ini tidak dijadikan masalah dan dibesar-besarkan. Sebab, wajar jika negara menyediakan fasilitas mobil. ”Bukan untuk jalan-jalan, tapi untuk bekerja,” katanya.

Dikatannya, Toyota Crown sudah digunakan perwira TNI setingkat Pangdam. Mobil dinas kepala daerah, bahkan ada yang lebih mewah darimobil menteri.

”Bisa dilihat perbandingan yang dipakai. Di tingkat provinsi malah tampilannya jauh lebih bagus yang dipakai oleh menteri,” katanya.

Penggunaan mobil Toyota sebagai mobil dinas menteri dan pejabat tinggi negara dimulai sejak pemerintahan Presiden SBY lima tahun lalu. Sebelumnya, para menteri menggunakan mobil buatan Swedia, Volvo.

Sudi mengatakan, pemilihan Toyota dilakukan karena merek tersebut paling banyak digunakan di tanah air. ”Sehingga, kalau rusak mudahdiperbaiki di bengkel manapun bisa. Kan dulu pernah ada volvo, harganya mahal, sekali masuk bengkel harganya, wah, perbaikannya dan mahalnya,” kata Sudi.

Dalam industri otomotif, Toyota Crown Royal Saloon masuk dalam kategori high class sedan atau sedan kelas atas. Di kategori ini, Toyota Crown selevel dengan BMW seri 5, Audi A6, Jaguar tipe S dan X, Mercedes Benz E Class, serta Volvo S 80.

Menperin M.S. Hidayat menanggapi biasa saja fasilitas mobil baru untuknya. ”Masih enakan Mercy saya,” kata Hidayat. Dia mengatakan, dirinya hanya akan menggunakan mobil dinas itu untuk acara resmi.

Beragam pendapat juga disampaikan oleh para menteri yang kemarin mulai menikmati fasilitas mobil baru. Menko Perekonomian Hatta Rajasa misalnya. Menteri yang juga politisi PAN tersebut mengaku justru kurang nyaman dengan mobil dinas barunya yang berplat nomor RI 12. “Mobilnya lebih kecil, lebih sempit dari yang dulu,” ujarnya.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Darwin Z. Saleh juga enggan berkomentar banyak saat ditanya mengenai mobil barunya, RI 21. ”Nggak penting mobil barunya, yang penting tugasnya,” katanya usai mengikuti rapat koordinasi di Kantor Menko Perekonomian kemarin.

Sementara itu, Menteri Negara Lingkungan Hidup Gusti Muhammad Hatta tampak sumringah dengan mobil barunya yang berplat nomor RI 37. Saat ditanya kesannya, Gusti menyebut mobil barunya lebih enak karena lebih kedap suara. ”Lebih sunyi, lebih senyap,” ujarnya lantas tersenyum.

Gusti juga berharap, dengan mobil dinas baru, kinerjanya sebagai menteri juga akan meningkat. ”Alhamdulillah, mudah-mudahan bisa meningkatkan semangat saya dalam bekerja,” katanya.

Selain para menteri,  dan pimpinan DPR RI juga mendapatkan mobol baru.  Dua mobil mewah yang ditaksir harganya miliran rupiah itu terparkir di depan gedung Nusantara III DPR RI, Jakarta, kemarin (28/12). Mobil hitam mengkilat pertama bernomor polisi RI 6 milik Ketua DPR Marzuki Alie. Satu lagi bernopol B 1257 RFS buat milik Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso. Hanya ada dua pimpinan yang masuk piket mengisi masa reses DPR kemarin.

Saat dikonfirmasi, Marzuki mengaku awalnya tidak tahu akan mendapat mobil baru. Dia bercerita, pagi hari sudah diantar sopir pribadinya dengan mobil mewah keluaran Jepang itu. ”Saya (sebelumnya) nggak tahu. Tahu-tahu hari ini sopir disuruh ambil mobil di Setneg. (Tapi) rasanya masih bagus mobil saya kok,” kata Marzuki ditemui di ruang pimpinan DPR kemarin.

Impor Langsung dari Jepang

PT Toyota Astra Motor mengakui kalau pihaknya telah mengirim Toyota Crown Royal Saloon untuk mobil dinas Menteri Kabinet Indonesia Bersatu II sesuai jumlah Menteri. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM) Joko Tri Sanyoto.

Dia mengatakan pemerintah memesan mobil tersebut pada PT TAM. Dan, itu sudah diselesaikan oleh TAM. ”Mereka memang memesan Toyota Crown Royal Saloon pada kami. Jumlahnya sesuai kebutuhan dan sudah dikirim semua,” katanya saat dihubungi kemarin (28/12).  Mobil tersebut, lanjut dia, diimpor langsung dari Jepang karena memang tipe tersebut tidak tersedia di Indonesia. “Itu model Jepang punya,” tambahnya.

Di lihat dari kelasnya, lanjut Joko, Toyota Crown Royal Saloon ini lebih tinggi dibandingkan dengan Toyota Camry (mobil dinas Menteri sebelumnya). ”Lebih lux, comfort dan nyaman,” jelasnya. Meski dari sisi kapasitas mesin, mobdin yang baru ini lebih rendah dibanding mobdin yang lama. Toyota Crown Royal Saloon memiliki mesin dengan kapasitas 3.000 cc, sedangkan Toyota Camry memiliki kapasitas mesi 3.500 cc.

Begitu juga dari sisi harga. Mobdin baru harganya lebih mahal. Kalau Toyota Camry saat ini harganya lebih dari Rp600 juta. Sedangkan Toyota Crown Royal Saloon harganya dua kali lipatnya. Diungkapkan oleh Joko, sebenarnya harga tanpa pajak Crown Royal Saloon hampir sama dengan Camry, yaitu di kisaran Rp600 juta. Tetapi karena harus disertakan pajak barang mewah, harganya jadi dua kalinya.

”Tadinya harga yang diminta adalah harga tanpa pajak. Tapi kan tidak bisa. Itu impor CBU dari Jepang dan dikenakan luxury tax. Makanya harganya jadi tinggi,” jelasnya. Tarif pajak barang mewah sendiri dikenakan hampir 60 persen dari harga. ”Tapi tidak apa-apa kan, toh nanti kan pajak itu kembali ke pemerintah juga,” lanjutnya.

Toyota Crown sendiri adalah mobil besar yang diproduksi oleh Toyota Motor Corporation Jepang sejak tahun 1955 hingga sekarang. Toyota Crown sudah berkembang menjadi tiga belas generasi. (rileks.com)

1 Komentar

Filed under Hari Ini

One response to “Harga Mobil Dinas Menteri 1,2 Milyar

  1. ian

    waah.. dengerin duit yang di keluarin ampe milyaran aja saya rasanya mau pingsan.. hahaha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s