Inilah Calon Rookie of The Year MotoGP 2010

Hector Barbera, pembalap berdarah Spanyol, lahir di Dos Aguas, Valencia pada tanggal 2 November 1986. Mengawali debutnya di kancah MotoGP di kelas 125cc dengan hasil rata-rata.
Dua tahun berikutnya menduduki peringkat 3 dan 2 klasemen akhir. Semuanya mempergunakan Aprilia. Ini dirasa sudah cukup untuk naik ke kelas yang lebih tinggi bersama Honda.

Dirasa kurang kompetitif meski tidak terlalu buruk berada di posisi 9 klasemen sementara, beralih lagi ke Aprilia. Pelan namun pasti prestasinya membaik. Puncak prestasinya adalah di musim 2009 berada di peringkat 2 klasemen akhir.Dengan bermodalkan kesabaran dan batas Aprilia tunggangannya mampu meraih poin maksimal di penghujung musim.

Mempecundangi Simoncelli harus terjatuh karena memaksakan tunggangannya melampaui batas. Sama seperti Espragaro akan membela tim Ducati satelit namun sebagai pembalap tunggal yaitu Bancaja Mapfre Aspar Racing Team.
Hiroshi Aoyama, inilah satu-satunya wakil Asia di kancah MotoGP. Cukup ironis. Di tengah dominasi pabrikan Jepang hanya ada satu duta! Karirnya untuk menapak MotoGP begitu panjang.
Bayangkan, selama 4 tahun hanya sebatas wildcard di GP250. Mungkin, ini disebabkan selalu berada di luar 10 besar membuatnya kurang diminati.Barulah tahun 2003 mampu menorehkan prestasi dengan menapaki tangga podium kedua seri pembuka yaitu di Sirkuit Suzuka, Jepang. Begitu pula poin cukup tinggi di seri Pasifik.

Tahun 2004, barulah berjuang di kelas seperempat liter semusim penuh. Masih membela panji sayap tunggal. Di tahun debutnya dia mempersembahkan dua posisi ketiga menempatkan di posisi ke 6 klasemen akhir. Di tahun berikutnya prestasi lebih baik ditorehkan bertarung di tanah kelahiran, Sirkuit Motegi menjadi juara seri. Juga dengan tiga kali podium ketiga membuat prestasinya merangkak naik menjadi posisi ke 4 klasemen akhir.

Di 3 seri berikutnya membela pabrikan Eropa, KTM. Dengan rincian tahun 2006, dua kali juara (Turki dan Jepang), sekali podium kedua,dan empat kali podium ketiga. Prestasinya masih sama, peringkat 4. Tahun 2007, tradisi Juara di tanah kelahiran seakan luntur. Namun mampu optimal di seri Jerman dan Malaysia.

Sekali runner up di San Marino dan sekali posisi ketiga di GP Inggris. Performa menurun membuat Aoyama harus berpuas diri di peringkat 6. Prestasinya makin melorot di tahun berikutnya dengan berada di peringkat 7, Hanya mampu mengoleksi dua podium,keduanya runner up di GP China dan Malaysia. Meski bukan hal yang aneh, karena sebelumnya pembalap Jepang, Tetsuya Harada lebih dikenal dengan Aprilia.

Di tahun 2009, KTM amit undur ini terlebih dengan isu lingkungan. Hal ini membuat Aoyama harus kembali ke pangkuan Honda menggantikan posisi Yuki Takahashi yang hijrah ke MotoGP di Team Scot. Seperti yang diketahui, pabrikan Jepang setengah hati bertarung di kelas GP125 dan GP250. Membuatnya cerdas untuk berusaha meraih poin setiap serinya.

Finish terburuknya adalah GP Prancis yang membuahkan 8 poin. Selebihnya, lebih dari itu. Mengoleksi 4 kemenangan,3 kali runner up menghantarkannya ke gelar kehormatan terakhir kelas 250cc. Terhitung luar biasa, mesin pas-pasan bertarung dengan kedahsyatan mesin Eropa. Disinilah sisi terpenting dari sebuah balap, sosok manusia yang mengendalikannya. Bila di GP250, Aoyama memakai nomer start 4, maka musim 2010 di MotoGP akan memasang nomer start 7 di motor dan racing suitnya.

Ini didedikasikan bagi mendiang Daijiro Kato, pembalap idolanya. Nomer start 74 tidak boleh dipergunakan untuk menghormati Juara Dunia GP250 musim 2002. Aoyama akan bertemu kembali dengan team match-nya di KTM tahun 2006 & 2007, Mika Kallio.

Marco Simonceli, terlahir 20 Januari 1987 di Catolica (Italia). Berduet dengan Marco yang lain, Melandri di tim Honda Gres ini membuat tim ini kental dengan nuansa Italianya.
Memulai debutnya sebagai wildcard di kelas capung di tahun 2002,dengan enam kali race,hanya mampu menorah 3 poin. Bukan hasil yang terlalu bagus. Tapi mengingat persaingan begitu ketat dengan peserta melimpah. Di musim berikutnya,semusim penuh. Kembali dengan Aprilia. Prestasinya ‘sedikit’ membaik. Poin yang dikoleksi 31 poin.Tahun selanjutnya, berlipat 79 poin membuatnya berada di peringkat 11 klasemen akhir di tahun yang sama meraih juara perdana di Sirkuit Jerez, Spanyol dalam kondisi trek basah.

Tahun pamungkas di GP125 sukses meraih satu kemenangan lagi-lagi di trek Jerez hanya saja kondisi kering,6 podium,satu fastest lap,dan satu pole position.  Poinnya pun melimpah 176 poin. Posisi ke 5 klasemen akhir dianggap bekal cukup untuk naik kelas.Di tahun debutnya,gelar rookie of the year disabetnya.

Berada di posisi ke 10 klasemen akhir. Musim berikutnya tak beranjak dari posisi yang sama,tanpa podium sekalipun. Sama sekali tak diperhitungkan di musim 2008, namun sukses menjadi juara dunia di atas Gilera. Mengoleksi 6 kemenangan, 12 podium,7 pole position,4 fastest lap,benar-benar from zero to hero. Begitu pula di seri berikutnya, terlalu bersemangat sehingga sering terjatuh. Mungkin pedoman hidupnya adalah jadi juara atau jatuh sama sekali,hehehe…

Merupakan sahabat sekaligus murid Valentino Rossi. Sikap ngototnya yang sering di luar batas kemampuan motornya membuat aksinya begitu enak dipandang. Memiliki profil tubuh mirip, jangkung kurus dan berambut kriwil menjadi ciri tersendiri.

Berada di tim satelit Honda yang terkenal cukup mumpuni (sayangnya itu dulu) yaitu di tim Gresini maka secara teoritis memiliki tunggangan yang identik dengan Hiroshi Aoyama. Yang jadi pertanyaan 5 alumni GP250 dan 1 alumni WSBK yang bakal menyabet gelar kehormatan ini ? (source : Astaga.com)

Tinggalkan komentar

Filed under Hari Ini, Olah Raga

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s