Awas Gigitan Kelelawar Dapat Menyebabkan Kematian

Sebanyak tujuh anak di Peru, dinyatakan meninggal dunia akibat rabies, setelah digigit oleh kelelawar di hutan tropis bagian utara Peru.
“Tampaknya semua korban memiliki gejala rabies seperti tidak tahan terhadap sinar, takut pada air, tubuh kejang, dan banyak mengeluarkan air liur, serta kejang urat,” ungkap Elias Bohorquez, selaku Direktur Kesehatan Regional di Provinsi Amazon, Peru Utara.
Bohorquez juga mengungkapkan, usaha untuk melakukan otopsi otak kepada ketujuh korban tersebut terpaksa tertunda, lantaran masyarakat pribumi setempat menolak upaya otopsi, karena dianggap sebagai suatu bentuk penghinaan. “Konfirmasi harus dilakukan melalui otopsi otak korban, tetapi masyarakat pribumi menganggapnya sebagai penghinaan,”
Kejadian tersebut terjadi wilayah masyarakat pribumi Kigkis, tempat beberapa kelompok penting seperti Awajun dan Wampis, yang biasanya membangun gubuk mereka dengan menggunakan ranting dan cabang pohon dan gubuk itulah yang seringkali membuat para penghuninya digigit kelelawar di malam hari, khususnya pada musim panas.
Melihat kondisi yang demikian, Dinas kesehatan regional pun telah membujuk kepala suku pribumi “Apus”, supaca melakukan upaya untuk menekan penyebaran wabah rabies dan juga hewan penghisap darah itu, agar tidak ada lagi korban yang berjatuhan.

Tinggalkan komentar

Filed under Hari Ini, Kesehatan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s