Fahrani Dinobatkan Sebagai Model Terbaik Asia

Wanita yang wajah dan kulitnya khas tipikal wanita Indonesia ini sudah mengecap jam terbang dan pengalaman yang tinggi sebagai model. Jalur runway di Hong Kong, Singapura, Tokyo hingga fashion week di Milan telah dirasakan. Tidak heran bila ia termasuk dalam jajaran The Most Outstanding Model dalam buku Jakarta Fashion Minute.
 
Tidak disitu saja Fahrani Pawaka Empel  mendulang sukses  di dunia modeling, baru-baru ini  Fahrani dinobatkan sebagai model terbaik dalam Asian Model Festival Award yang digelar di Korea Selatan pada 14 hingga 15 Januari lalu.

Awalnya, Fahrani tidak percaya kalau dia mampu meraih penghargaan di ajang tahunan tersebut. Apalagi ajang tersebut diikuti lebih dari 60 model dari 13 negara Asia, di antaranya Malaysia, Jepang, Singapura, dan China.

“Aku nggak nyangka bisa dapet penghargaan ini. Aku juga awalnya nggak yakin bisa dapat karena aku tatoan,” kata model yang akrab dipanggil Fa itu saat ditemui di kantor Headline Management, Jalan Bangka Raya, Jakarta Selatan, Sabtu (16-1).

Perempuan kelahiran Jakarta, 27 September 1984, yang memiliki tinggi 179 cm itu mengaku penghargaan ini merupakan prestasi tertinggi yang pernah ia dapat sebagai model. Fahrani sudah mencicipi dunia model sejak 13 tahun lalu. Eksistensi wanita berusia 25 tahun yang memiliki banyak tato itu di dunia model tak diragukan lagi.

Perempuan yang wajah dan kulitnya khas tipikal wanita Indonesia ini sudah mengecap jam terbang dan pengalaman yang tinggi sebagai model. Jalur runway di Hong Kong, Singapura, Tokyo hingga fashion week di Milan telah dirasakan. Tidak heran bila ia termasuk dalam jajaran The Most Outstanding Model dalam buku Jakarta Fashion Minute.

Di luar aktivitas model, ia juga menekuni bisnis butik sepatu di Bali dengan merek unik, Partner in Crimes. Penggemar Cate Blanchett ini bahkan sukses merambah ke dunia film. Kemampuan aktingnya dibuktikan dalam film Radit dan Jani, di mana ia menjadi pemeran utama wanita berpasangan dengan Vino G. Bastian.

Ia juga membintangi film Perjaka Terakhir garapan sutradara Arie Azis. Namun, kesuksesan kariernya tidak sebanding dengan kehidupan pribadinya. Kala usianya baru 19 tahun, Fahrani menikah dengan pria asal Selandia Baru. Sayangnya, pernikahannya hanya bertahan selama dua setengah tahun. Namun, ia tetap cuek menjalani hidupnya. Sahabat dan teman yang tersebar di berbagai kota dan negara membuat hidupnya selalu dinamis.

Sepulang dari Tokyo, wanita tomboi yang mengerti bahasa Spanyol, Mandarin, dan Jepang itu memilih untuk menetap di Bali. Jadwalnya yang padat dengan aktivitas model di Jakarta, Singapura, atau Hong Kong membuatnya harus selalu berpindah dari satu bandara ke bandara lainnya.

Selain Fahrani, Richard Antonius juga berjaya di ajang yang digelar untuk kelima kalinya itu. Ia berhasil meraih penghargaan di kategori model pria.

Tinggalkan komentar

Filed under Selebritis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s