Ternyata Ada Ular Naga di Kalimantan

Masyarakat indonesia sangat kental dengan cerita-cerita mistik, bahkan hal tersebut  menjadi bagian yang harus di perhatikan oleh masyarakat apabila ada kejadian-kejadian aneh, hal itu dipercaya menjadi pertanda akan ada kejadian yang menimpa masyarakat tertentu. 
Begitu pun bagi masyarakat Dayak yang tinggal di Kabupaten Kutai Barat sangat percaya dan mengakui adalah makhluk ular besar atau Naga yang hidup ditengah-tengah masyarakat, yang ketika kemunculannya selalu memberikan tanda-tanda alam yang harus diperhatikan dan diawasi, namun ada juga kemunculannya meminta korban nyawa manusia yang lupa memberikan makan kepadanya. 
Seperti yang diceritakan Kepala Adat Besar Kutai Barat atau yang lebih dikenal Ketua Presidium Dewan Adat (PDA) Yustinus Dullah kepada Tribun melalui ponsel. Sebenarnya ada tiga cerita yang bisa ditulis, yang pertama kisah yang terjadi ratusan tahun lalu, ketika masih ada Kerajaan Sendawar yang berada di Kampung Sendawar Kecamatan Barong Tongkok. Kalah itu ada seseorang dari Kerajaan Sendawar berkunjung ke Kerajaan Kutai dan bertemu dengan Putri Karang Melenu. Putri Karang Melenu memiliki seekor peliharaan berupa ular di dalam kerajaannya, ular itu dipelihara dengan penuh kasih sayang dan diberi makan, akhirnya lambat laun ular itu besar dan tempat tinggal ular tersebut tidak mampu menampung tubuhnya yang besar karena sudah berbentuk Naga. 

Akhirnya Putri Karang Melenu memutuskan untuk meninggalkannya ke dalam sungai Mahakam, lanjutnya, namun tetap saja ada perasaan berat hati berpisah dengan ular Naga itu karena sejak kecil hingga besar dipelihara. Namun sebelum diturunkan ke dalam Sungai Mahakam, ular Naga itu berbicara kepada Putri Karang Melenu dalam mimpi yaitu apabila diturunkan dalam sungai Mahakam, agar putri untuk menunggu sebentar hingga muncul gelembung air. Akhirnya keesokan harinya, ketika ular Naga itu diturunkan kedalam sungai, tidak berapa lama kemudian terjadi gelembung air yang lama kelamaan semakin banyak dan tiba-tiba dari gelembung air itu muncul seorang bayi perempuan dan segera putri mengambil bayi itu dan memelihara sebagai ganti ular tersebut dan diberi nama Putri Junjung Buih, ujarnya. 

Sedangkan cerita kedua dan ini kisah nyata yang terjadi di wilayah Mahakam Ulu, ada seorang pemburu yang hendak berburu babi di dalam hutan, dan ketika berada di tengah hutan sang pemburu digigit seekor pacet atau lintah. Kemudian pemburu itu mengambil pacet tersebut dan meletakkan diatas sebuah pohon sebesar kelapa yang sedang rebah karena diatasnya banyak ditumbuhi pohon-pohon yang besar juga. Dan ketika sedang memotong pacet tersebut, tiba-tiba pohon yang rebah itu mengeluarkan darah segar. Begitu mengetahui batang yang rebah adalah seekor ular besar maka si pemburu segera mengambil langkah seribu karena takut menjadi korban gigitannya. Dalam masyarakat Dayak sangat percaya kalau ular bisa berubah menjadi ular Naga namun itu tidak semua jenis ular, karena yang bisa itu hanya ular Sawah dan ular Tedung, dan kalau sudah besar seperti itu mereka tidak bisa bergerak bebas dan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dengan menunggu binatang yang melintas di mulutnya lalu diterkam, ujarnya. 

Ditambahkannya, hampir rata-rata kemunculan Ular Naga dalam kehidupan masyarakat Dayak di Kutai Barat selalu dianggap sebagai pertanda buruk, kalau tidak banjir ataupun pasti meminta korban manusia. Seperti yang terjadi setiap tahu di Kampung Muara Leban Kecamatan Long Iram, disana di pinggir Sungai Mahakam apabila air sedang surut akan nampak sebuah lubang besar yang dipagar. Dan menurut cerita masyarakat setempat kalau tiap malam ular besar tersebut sering muncul dan kalau sudah muncul pasti meminta korban manusia. Seperti kejadian tahun 2009, ada seorang anak mati tenggelam dan ketika dicari tidak ditemukan namun selang beberapa lama tubuhnya ditemukan di sekitar lubang tersebut. Dan beberapa masyarakat dalam mimpi didatangi oleh ular naga tersebut, karena dia melakukan itu karena tidak pernah diberikan makan.

Sementara itu diungkapkan pengurus Adat Kampung Laham Kecamatan Laham Dalung, dalam masyarakat adat Dayak Bahau sangat menyakini adanya Ular Naga, adapun ular yang dipercaya dapat menjadi Ular Naga adalah jenis Ular Sawah dan Ular Tedung. Akan tetapi Ular Tedung tidak semuanya bisa menjadi Ular Naga hanya jenis Ular Tedung yang berwarna merah sedangkan kuning tidak bisa. Dan kemunculannya selalu sebagai pertanda akan terjadi banjir dengan kenaikan air sungai Mahakam. 

Ditambahkannya, sebenarnya kalau mau tahu lagi di ada Ular Naga yang bersemayam di Kampung Lutan Kecamatan Long Hubung, dan sampai sekarang masih hidup walaupun tidak menganggu manusia. 

Hal senada diungkapkan oleh warga Long Iram Diman, Ular Naga yang ada di Kampung Lutah itu dimana badannya berada di darat tempatnya dibawah Kampung sedangkan kepalanya berada di dalam air Sungai Mahakam. Pernah kejadian masyarakat Kampung Lutan diberi mimpi untuk segera pindah dari Kampung Lutan, karena ular tersebut tidak mampu menahan beban karena penduduknya semakin banyak. Namun hingga sekarang masyarakat tidak pernah pindah, terkadang sering di kampung itu terjadi gempa kecil karena ular tersebut sedang mengerakkan badannya karena pegal tidak mampu menahan beban penduduk.(source : Tribun Timur).

1 Komentar

Filed under Aneh

One response to “Ternyata Ada Ular Naga di Kalimantan

  1. ular apaan sech yg guede buanget suerem buanget sech ntu ular????ck…..ck…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s