Sinopsis Film Remaja Brilliant Legacy Episode 21, 22

Drama remaja dari negeri gingseng ini banyak menyedot perhatian kaum remaja, alur ceritanya cukup menarik dan membuat ketagihan untuk menonton lagi, nah bagi Anda yang ketinggalan nonton episode 21 dan 22 anda bisa membaca sinopsys-nya disini, sok silahkan.
Sinopsis Brilliant Legacy Episode 21
Sempat terpikir untuk memberitahu keluarga Woo-hwan (Lee Seung-gi), Eun-sung (Han Hyo-joo) mengurungkan niatnya karena kuatir bakal terjadi kesalahpahaman. Hal serupa juga dilakukannya ketika Seung-mi (Moon Chae-won) menelepon ke ponsel Woo-hwan.

Berusaha melacak keberadaan Woo-hwan, Seung-mi menelepon Young-suk (Jung Suk-won). Begitu mendengar nama Seung-mi disebut, Eun-woo (Yun Joon-suk) langsung terbangun dan memanggil gadis itu. Untungnya, Seung-mi hanya mendengar secara sayup-sayup dan tidak lagi bertanya ketika Young-suk memberitahu kalau yang berbicara adalah sepupunya.

Saat bangun di pagi hari, Woo-hwan terkejut mendapati Eun-sung telah menyiapkan sarapan. Di restoran, Eun-sung mengancam bakal melaporkan pemuda itu ke polisi bila hal serupa terulang. Namun, Woo-hwan berkelit dengan mengatakan bahwa apa yang terjadi adalah kesalahan Eun-sung, yang menolak kalung pemberiannya.

Dengan penuh antusias, Eun-sung mempresentasikan proposalnya pada Nenek Jang tanpa sadar kalau idenya telah disabot oleh pengacara Park Tae-soo (Choi Jung-woo). Rupanya, ayah Jun-se tersebut bertekad mendepak Eun-sung dari perusahaan dan cara yang digunakannya adalah dengan membongkar nilai tawaran kepada pihak lawan.

Ketika hendak keluar, Eun-sung berpapasan dengan Seung-mi, yang tidak bisa lagi menahan rasa penasarannya melihat sang saudara tiri masih bekerja di perusahaan Jin Sung. Dengan sengaja, Seung-mi menerima telepon dengan gaya mesra. Padahal setelah Eun-sung pergi, Seung-mi dengan sedikit kesal menanyakan kenapa Woo-hwan tidak muncul. Kembali mengajak bertemu, Seung-mi menyebut ingin menunjukkan sesuatu yang berkaitan dengan Eun-sung.

Ketika diberitahu kalau Eun-sung bakal melakukan perjalanan bisnis, Jun-se (Bae Soo-bin) dengan antusias menawarkan diri untuk menemani gadis itu karena kebetulan ia juga bakal pergi ke tempat yang sama. Wajahnya langsung berubah saat tahu Eun-sung bakal pergi bersama Woo-hwan, namun Jun-se masih bisa menutupi kekuatirannya.

Menjelang keberangkatan, masing-masing pihak kuatir saat tahu Woo-hwan dan Eun-sung bakal melakukan perjalanan bisnis bersama. Young-ran sempat meminta putranya untuk menginap di hotel lain, sementara Hye-ri tidak henti-hentinya menasehati Eun-sung untuk berhati-hati terhadap Woo-hwan.

Menjelang waktu keberangkatan, Nenek Jang belum memberi keputusan mengenai proposal yang ditawarkan. Siapa sangka, sang pimpinan Jin Sung mengambil keputusan yang cukup mengejutkan : ia mengirim Seung-mi sebagai wakil dari kantor pusat untuk ikut ambil bagian dari proses negosiasi.

Keruan saja saat diberitahu, Seung-mi sangat gembira dan langsung meminjam mobil ibunya untuk pergi ke tempat dimana dirinya bakal bertemu dengan Woo-hwan dan Eun-sung. Di perjalanan, Woo-hwan dan Eun-sung yang belum sadar kalau mereka bakal ditemani oleh Seung-mi begitu gembira dan menyempatkan diri untuk pelesir lebih dahulu.

Ketika sampai di tempat pertemuan, wajah Seung-mi langsung berubah melihat keakraban Eun-sung dan Woo-hwan. Hal serupa juga dialami Eun-sung, yang langsung berusaha menghindar. Suasana makin pelik ketika selesai rapat, Jun-se sudah menunggu Eun-sung. Tidak mau Eun-sung hanya pergi berdua dengan Jun-se, Woo-hwan memaksa ikut melihat-lihat kapal pesiar.

Siapa sangka setelah melihat-lihat, Jun-se mengajukan tawaran supaya Eun-sung bergabung dengan dirinya setelah kontrak di perusahaan Jin Sung selesai. Woo-hwan langsung menunjukkan kekesalannya, dan keadaan semakin canggung ketika waktu makan malam tiba. Ketika Jun-se menawarkan makanan, dengan cepat memotong pembicaraan dengan mengatakan bahwa Eun-sung alergi terhadap kerang.

Untuk memancing simpati Woo-hwan, Seung-mi mulai bicara soal kesalahpahaman yang mungkin terjadi. Namun, Jun-se langsung menegur Seung-mi. Malamnya, baik Eun-sung dan Woo-hwan secara kebetulan sama-sama menghilang. Dengan cepat, Seung-mi menghubungi Jun-se untuk mencegah apa yang ditakutkannya terjadi.

Rupanya, Eun-sung memutuskan untuk berjalan-jalan. Sempat ragu-ragu, Eun-sung mengenakan kalung yang diberikan Woo-hwan. Ketika hendak kembali ke tempat menginap, Eun-sung berpapasan dengan Woo-hwan, yang meminta gadis itu untuk tetap disisinya.
———————————————————————————

Sinopsis Brilliant Legacy Episode 22

Hwan menghampiri Eun Sung di jembatan gantung sambil berkaca-kaca. Dengan emosi yang berkecamuk dia akhirnya mengakui bahwa dia mempercayai, menyukai bahkan menginginkan Eun Sung. Dia langsung menarik tangan dan mencium Eun Sung. Ciuman ini bukan ciuman manis dan romantis. Ciuman ini ciuman yang penuh beban.

Harapan cinta mereka sepertinya tipis dan banyak rintangan baik dari Jun Se, Seung Mi juga keluarga Hwan.
Itulah yang dirasakan Eun Sung. Semakin dia menyadari dia mencintai Hwan dan juga Hwan mencintainya, semakin membuatnya menangis. Cinta dan airmata ternyata seperti 2 sisi mata uang.
Eun Sung melepaskan dirinya dari Hwan
“Ini tidak mungkin..”, katanya sambil menangis.
Akhirnya dia pergi berlari meninggalkan Hwan. Hwan menangis melihat Eun Sung meninggalkannya.

Di pantai, Seung Mi sambil menangis juga mencari-cari Hwan. Eun Sung dan Hwan masih bertugas untuk meyakinkan calon pelanggan tentang menu/proposal yang mereka ajukan.

Selesai bekarja mereka melanjutkan acara jalan-jalan double dating mereka. Hwan memilihkan untuk melihat-lihat gua. Walau di sisi hwan ada Seung Mi, mata Hwan tak lepas dari Eun Sung yang jalan di sisi Jun Se. Gua itu ternyata dingin. Jun Se dengan sigap mencopot Blazernya dan memakaikannya pada Eun SUng. Hwan panas hati. Namun Dia sama sekali tak memperhatikan Seung Mi di sebelahnya juga kedinginan. Seung Mi merasa pilu. Pandangan mata Hwan selalu pada Eun Sung.

Di gua banyak air menetes dari atas gua, dan mengenai Eun Sung. Hwan diam-diam menengadahkan tangan ke atas untuk menanpung air agar tak mengenai Eun Sung. Padahal saat yang sama Seung Mi juga terkena tetesan air dan Hwan tak memperhatikan sama sekali. Seung Mi tak kuat lagi menahan rasa pilu di hatinya. Seung Mi jatuh pingsan.

Hwan baru sadar ada Seung Mi di sampingnya. Dia kaget dan langsung menggendong Seung Mi keluar. Kali ini Eun Sung yang melihatnya merasa hampa. Acara piknik pun usai. begitu ke luar dari rumah sakit Hwan langsung mengantar Seung Mi pulang dengan mobilnya. Eun Sung diantar pulang oleh Jun Se.

Di Mobil Seung Mi bertanya pada Hwan
“Aku ini sebenarnya berarti apa bagimu?”
Hwan yang sedang serius menyetir tak begitu jelas mendengarnya.
Tapi Seung Mi tak mau mengulang pertanyaannya. Sepanjang jalan dia diam-diam menangis.

Seung Mi telah pindah rumah. Hwan mengantarkan Seung Mi sampai ke dalam rnumah. Sung Hee cemas hal yang terjadi pada anaknya. Hwan berkata pd Sung Hee, bahwa menurutnya masalah warisan ini bukan salah Eun Sung. Itu murni pemikiran nenek. Baek Sung hee pasti gerah tau Hwan bela Eun Sung.
Selesai mengantar Eun Sung Jun Se menelepon Hwan untuk berjanji bertemu.

Hwan datang ke sana menemui Kak Jun Se. Begitu mendekat Hwan langsung kena dua kali pukulan di mukanya (baru inget Jun Se itu olahraganya boxing…dulu Hwan pernah mukul Jun Se 1 kali di depan karaoke) Jun Se menganggap Hwan ke kanak-kanakan dan berani mempermainkan hati Eun Sung

“Bukankah dulu sudah kukatakan padamu untuk menjauhi Eun Sung?”, Kak Jun Se yang manis kali ini benar-benar marah (jadi serem)
“Apa hati itu bisa mudah dikontrol?”, Hwan membela diri “Apa karena kau yang duluan menyukai Eun Sung? Dia belum jadi milikmu!”, lanjut Hwan
“Lalu bagaimana dengan Seung Mi. Kau memberi harapan pada Eun Sung tapi tidak melepaskan Seung Mi. kau menyakiti Eun Sung. Karena Seung Mi lah dia diusir dari rumahmu!”, tukas Jun Se
“Tidak ada apa-apa antara aku dan Seung Mi”, bela hwan
“Tapi Seung Mi sangat mencintaimu, dan kau membiarkannya bertahun-tahun di sisimu.
“Jika kamu percaya pada Eun Sung berarti harusnya kamu tidak percaya pada Seung Mi. Tidak bisa Jika kamu percaya Seung Mi dan kamu juga percaya Eun Sung”, kata Jun Se (Kak Jun Se di sini bener)
“Jadi kamu percaya Eun SUng 100%?”, kata Hwan. Hwan termenung.

Di rumah Eun Sung dimarahi Hyeri karena terlihat menyukai Hwan. Tapi Eun Sung bilang walau dia suka Hwan tapi dia tidak berniat berpacaran karena memikirkan Eun Woo juga restoran. (dulu itu alasan Eun Sung ga mau pacaran sama Jun Se, Jun Se sampai sekarang masih nunggu Eun Sung)

Hwan ternyata memikirkan juga kata-kata Kak Jun Se. Dia ingat bagaimana dulu Seung Mi mencintainya. Dia menelepon Seung Mi tapi Seung Mi menolak untuk bertemu karena masih tidak enak badan. (Kalau dipikir hwan sama Eun Sung emang dua-duanya “selingkuh” ya.)

Baek Sung hee, bertanya pada anaknya apa dia bisa melepas Hwan. Seung Mi berkata hanya karena ingin mempertahankan Hwan dia berani bertindak sampai sejauh ini. (jadi jahat ya)
“Ibu kau mengubahku jadi seperti ini”

Sung Hee bingung karena hwan dan nenek sepertinya tidak percaya bualannya.
Baek Sung Hee bersekutu dengan Park Tae So ayah Jun Se untuk menghadapi Eun Sung dan Nenek di Jin Sung company. Mereka tak sudi perusahaan jatuh ke tangan Eun Sung.

Di lain pihak Jun Se membantu Eun Sung untuk mencari pengacara untuk membuktikan dia tidak bersalah melainkan ibu tirinya lah yang bersalah, terutama masalah asuransi.

Pengurus Pyo menemukan kalung Eun Sung dan memberikannya pada Hwan. Hwan begitu senang. (ada alasan ya ktemu Eun Sung hehe..). Pagi-pagi dia sudah menunggu Eun Sung di restoran dan memperlihatkan kalung itu pada Eun Sung.

“Ini kalung peninggalan almarhum ibuku, dia memberikan kepadaku sebelum dia meninggal”, kata Eun Sung. Hwan tak sadar kalung itu begitu berharga buat Eun Sung. Hwan berkata dia pernah melihat anak laki-laki yang memakai kalung yang mirip. Eun Sung teringat Eun Woo, tapi Hwan menyebut anak itu bukan Eun Woo tapi Han Young Jae saudaranya Yong Suk (thx buat mie^paredonk dah ngingetin aku). Eun Sung kaget saat tau anak itu juga suka piano.

Hwan diminta manager mengantarkan pesanan sup pada seorang kakek tua. Kakek tua itu miskin dan lemah dan sedang menunggui istrinya yang sedang sakit. Rumahnya sempit dan kumuh (lebih kumuh di indonesia ternyata ;( ). Hwan menyerahkan pesanan. Kakek tua mencari-cari uangnya di saku. Ternyata hanya ada 1000. Dia mengambil 1000 lagi dari uang simpanannya yang dia sembunyikan di bawah tutup (total jumlahnya juga hanya beberapa ribu plus receh). lalu menyerahkannya pada Hwan. Ketika Hwan akan pergi kakek memberinya permen dan memaksa Hwan menerimanya, sebagai tanda terimakasih karena Hwan bersedia mengantar meski dia hanya membeli 1 porsi. (walau miskin, kakek ini punya harga diri). Hwan pulang sambil termenung. Di bangku roof garden dia mengeluarkan permen dari kakek. Dia ingat kelakuannya dulu yang senang berfoya-foya dan malah pernah melemparkan uang di depan manager. Hwan sepertinya mengerti sekarang betapa dulu kelakuaannya begitu buruk.

Manager mendapat telepon bahwa mereka berhasil mendapatkan kontrak di pantai timur. Eun Sung begitu senang dia berlari ke roof garden memberitahu hwan. Mereka sangat senang. melakukan tos dan spontan berpelukan. Saat Eun Sung sadar ingin melepaskan pelukan Hwan. Hwan mencegahnya
“Tunggu sebentar…”, ujar Hwan. Dia masih ingin memeluk Eun Sung walau sebentar (T_T jd ko aku yg sedih)

Nenek senang mendapat kabar gembira usaha Eun Sung berhasil. Nenek bangga pada Eun Sung. Giliran Pak Tae So yang cemas. Sesuai syarat di surat wasiat , perusahaan akan jatuh ke tangan Eun Sung jika Eun Sung berhasil menaikkan penjualan sebanyak 20% di cabang ke 2.

Kebahagian keberhasilan mereka rupanya segera berakhir. Eun Sung memberikan agendanya yang berisi pemikiran-pemikirannya tentang restoran ini kepada Hwan. Eun Sung merasa janjinya pada nenek sudah terselesaikan. Sebelum masalah kesalahpahaman ini selesai dia tidak bersedia kembali lagi bekerja di Jin Sung company. Eun Sung bicara dengan Hwan di roof garden. Hwan merasa berat ditinggalkan Eun Sung.

Oh ya, Oh Yong Ran sekarang udah pandai masak. Saat Pyo tidak ada dia nyiapin makanan dibantu Jung.

Hwan mengajak, manager, kasir, supervisor Eun Sung ke Bar temannya. Ceritanya mau merayakan keberhasilan mereka. Eun Sung melihat piano dan memijit-mijit tuts itu. Dia ingat pada Eun Woo.
Hwan memanggil Eun Woo yang ternyata tidak maen piano karena tengah asyik mengarang lagu.
Hwan memintanya keluar

“Gadis yang saya sukai “spy” ada di sini”, kata Hwan
Mendengar nama spy Eun Woo lebih perhatian. Hwan berjanji membelikannya susu coklat, jika Eun Woo mau keluar maen piano.

Di Rumah, Nenek tiba-tiba sakit kepala berat. Dia mengaduh-aduh sambil memegang kepala.

Hwan yang sedang membujuk Eun Woo tiba-tiba mendapat telepon
“Nenek tak sadarkan diri!”

Acara bubar. (Eun Sung ga jadi liat Eun Woo deh)
Nenek dibawa ke rumah sakit, ke UGD .
(source : rizkythea.blogspot.com)

Tagget as : watch  brilliant legacy special, brilliant legacy special episode 7, brilliant legacy rating, brilliant legacy episode summary, brilliant legacy kdrama, brilliant legacy ep 5, brilliant legacy korean drama, brilliant legacy d addicts

Tinggalkan komentar

Filed under Film

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s