Kecerdasan Anak Dapat Dilihat Dari Kemampuan Berbahasa

Kenali Anak Anda sejak dini, memonitor perkembangan anak sangatlah diperlukan agar kita memahami dan mengenal betul apa yang dibutuhkan sehingga anak tumbuh dengan normal dan cerdas. Bagaimana kita mengenal perkembangan Anak menurut ilmu kedokteran. di bawah ini penjelasannya ;

Psikolinguistik adalah penggabungan antara dua kata ‘psikologi’ dan ‘linguistik’. Psikolinguistik mempelajari faktor-faktor psikologis dan neurobiologis yang memungkinkan manusia mendapatkan, menggunakan, dan memahami bahasa. Kajiannya semula lebih banyak bersifat filosofis, karena masih sedikitnya pemahaman tentang bagaimana otak manusia berfungsi. Oleh karena itu psikolinguistik sangat erat kaitannya dengan psikologi kognitif. Penelitian modern menggunakan biologi, neurologi, ilmu kognitif, dan teori informasi untuk mempelajari cara otak memroses bahasa.
Psikolinguistik meliputi proses kognitif yang bisa menghasilkan kalimat yang mempunyai arti dan benar secara tata bahasa dari perbendaharaan kata dan struktur tata bahasa, termasuk juga proses yang membuat bisa dipahaminya ungkapan, kata, tulisan, dan sebagainya. Psikolinguistik perkembangan mempelajari kemampuan bayi dan anak-anak dalam mempelajari bahasa, biasanya dengan metoda eksperimental dan kuantitatif (berbeda dengan observasi naturalistik seperti yang dilakukan Jean Piaget dalam penelitiannya tentang perkembangan anak).
Memang, pertumbuhan kecerdasan anak dapat dilihat dari kemampuan berbahasanya. Bila perkembangan bahasanya baik, biasanya intelektualnya pun akan baik. Sebaliknya, bila lambat maka intelektualnya pun akan lambat.
Meskipun, ada faktor lain yang juga perlu diperhatikan, yaitu perkembangan motorik kasar, halus, dan perkembangan sosial. “Tapi yang paling menentukan bagus tidaknya perkembangan intelektual adalah normalnya perkembangan bahasa dan visual motor,” jelas dr. Widodo Judarwanto, SpA.
Bila terjadi gangguan yang menyebabkan anak terlambat perkembangan bahasanya maka orang tua perlu mendeteksinya sejak dini. Sebab bila terlambat akan mengakibatkan gangguan yang lebih berat. “Untuk itu kita perlu mengetahui, di usia berapa anak mulai bisa bergumam, merespon, mengucapkan kata, dan seterusnya,” ujar Widodo di acara hasil kerja sama nakita dengan PT Endrass Perdana Film.
Di usia 0 sampai 2 minggu biasanya anak akan mengeluarkan bunyi gumaman, misal “ammmm.” Usia 2 bulan vokalnya bertambah satu, misal “auuu.” Usia 3 bulan mulai dapat merespon bunyi. Mendekati 4 bulan bertambah lagi vokal dan konsonan, misal, “aguuu”. Usia 4-6 bulan bahasa bisa dilihat dengan teriakan dan bunyi mengoceh.
Kemudian, kata pertama yang harus timbul dari anak, sekitar usia 7-8 bulan, misal da-da-da. 9-12 bulan dia mulai mengerti kata yang diucapkannya, semisal dia memanggil mama atau papanya. 15 bulan, harus sudah bisa 4-5 kata. Dan di usia 2 tahun, dia harus punya 20-50 perbendaharaan kata.
Bila pada kenyataanya kemampuan anak bertolak belakang dengan usianya maka perlu diwaspadai. Apalagi bila sampai umur 10 minggu atau 2,5 bulan tersenyum saja bayi tidak bisa, itu sudah menunjukkan keterlambatan yang cukup berat. Sebab, senyum adalah awal reaksi terhadap lingkungan di sekitarnya. Bila di usia tersebut responnya belum muncul sangat mungkin berpengaruh pada intelektualnya dan berlanjut pada keterlambatan bicara.
Penyebab keterlambatan berbahasa sangat beragam. Yang sering terjadi adalah retardasi mental, gangguan pendengaran, stimulus yang kurang, dan gangguan saat di kandungan. Faktor lain, karena adanya gangguan pada organ bicara, seperti gangguan lidah, gigi, bibir sumbing, dll.
Sebenarnya, stimulasi dapat dilakukan orang tua untuk menghindari keterlambatan bicara dan berbahasa. Stimulasi ini dapat dilakukan sejak janin, misal, dengan musik atau dengan sentuhan. Setelah lahir, bisa dengan kontak mata, sentuhan, dan latihan-latihan. “Selain itu, karena kemampuan berbahasa sangat berhubungan dengan otak tentunya nutrisi pun perlu diperhatikan.”

Tagget as : Pendidikan Anak, Cara Bicara, Kemampuan Anak, Cerdas, Ilmu Kedokteran, Perkembangan Anak

1 Komentar

Filed under Pendidikan Keluarga

One response to “Kecerdasan Anak Dapat Dilihat Dari Kemampuan Berbahasa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s