Tips Bangun Rumah Murah Design Minimalis

Tips Bangun Rumah Murah Design Minimalis – Di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil seperti sekarang ini, membangun rumah minimalis dengan biaya murah tampaknya sebuah impian. Tetapi di mata arsitek rumah sekaligus penulis buku “Mimpi Bangun Rumah Minimalis”, Yu Sing, membangun rumah berbiaya minim bukanlah sesuatu yang mustahil. 
Untuk mewujudkan sebuah rumah minimalis, Yu Sing memberi sejumlah panduan penting yang merupakan hasil beberapa pengalamannya dalam mendesain rumah murah, baik yang sudah terbangun,yang sedang dibangun, maupun yang masih dalam proses mendesain rumah. “Tentunya pengalaman mendesain rumah murah ini tidak dapat menjadi acuan akhir, tapi sebagai pemberi dorongan semangat bagi mereka yang ingin membangun rumah minimalis dengan biaya terbatas,” ungkapnya.
Setidaknya ada tiga hal penting menurut Yu Sing yang harus dipenuhi untuk mewujudkan rumah minimalis yakni : Penggunaan jasa tenaga arsitektur rumah, Perencanaan struktur desain rumah dan Penggunaan material yang tepat.
Pertama. Yu Sing mengakui masih banyak masyarakat yang terjebak pada anggapan keliru soal arsitektur rumah. Masyarakat menilai jasa arsitektur rumah itu selalu mahal sehingga pembangunan dirasa murah tanpa jasa arsitektur rumah. “Padahal itu tidaklah benar, memang jasa arsitektur rumah masih terkesan eksklusif, tetapi ada juga yang tidak menetapkan tarif mahal,” ujar Yu Sing. Ia menegaskan, tidak semua perusahaan jasa arsitektur rumah menetapkan tarif yang tinggi.
Tak sedikit perusahaan arsitektur rumah yang siap memberikan jasanya dengan tarif yang sesuai dengan kantong. Dengan menggunakan jasa arsitektur rumah, lanjut Yu Sing, masayarakat dapat menghemat biaya karena perusahaan jasa arsitektur rumah bisa membantu dalam membuat struktur, ruangan, dan pemilihan material yang efisien dan efektif. Menggunakan jasa arsitektur rumah juga membantu Anda dalam membuat desain rumah yang baik. “Rumah Minimalis yang didesain dengan baik, dapat mempengaruhi hidup seseorang menjadi lebih positif dan berkualitas. Begitu juga dalam konteks sebaliknya. Kalau ruang-ruang hidup sehari-hari sumpek, sikap hidup juga dapat terpengaruh menjadi sumpek,” ujar Yu Sing.
Kedua. Perencanaan struktur. Agak berbeda dengan desain rumah beranggaran dana longgar, desain rumah murah justru dimulai dengan desain rumah sistem strukturnya terlebih dahulu, bukan dimulai dari desain rumah arsitekturnya. “Sistem struktur yang efisien sangat menentukan anggaran konstruksi rumah minimalis, karena biasanya biaya struktur konstruksi rumah minimalis sekitar 40-50 persen dari total biaya keseluruhan rumah minimalis,” ungkap Yu Sing.
Salah contohnya adalah merencanakan struktur atap. Untuk bagian ini, penggunaan atap fiber semen (tanpa kandungan asbestos) misalnya akan jauh lebih murah bila dibandingkan dengan atap genteng, karena tidak diperlukan kaso dan reng.
Selain itu, kalau lebar rumah minimalis tidak lebih dari 400 cm, maka tidak diperlukan struktur kuda-kuda. Jarak antara lantai satu dengan dua sebenarnya cukup 250 cm jika memiliki bukaan dan ventilasi cukup untuk ukuran ruangnya. Hal ini bisa menghemat biaya dinding, struktur kolom, dan tangga.
Struktur lantai dua juga dapat menggunakan struktur rangka multipleks yang dapat dilapisi cor semen tipis dengan pelapis keramik. Struktur lantai ini akan lebih ringan dibandingkan lantai beton sehingga kolom dan balok penyangganya bisa jauh lebih kecil.
Ketiga. Penggunaan material atau bahan bangunan rumah minimalis dengan harga relatif murah. Cukup banyak material mendasar atau murah yang dapat dieksplorasi pemakaiannya atau cara pemasangannya untuk membentuk sensasi ruang yang menarik.
Pengunaan material alami untuk menghemat biaya arsitektur rumah / desain rumah
Material alami untuk arsitektur rumah / desain rumah bukanlah barang baru, melainkan telah banyak dipakai sebelum material hasil industri tercipta. Material-material ini tidak mengalami banyak proses dalam pembuatannya. Hal ini menyebabkan material alami tidak merusak alam, baik pada saat pembangunan rumah (sampah konstruksi) maupun ketika material ini nantinya menjadi usang dan harus dibuang. Jerami termasuk salah satu material alami, berikut adalah beberapa elemen alami lainnya.
Contoh :
Kayu untuk Arsitektur Rumah / Desain Rumah
Kayu selalu menjadi favorit banyak orang karena berbagai keunggulan yang dipunyainya. Kendati jumlahnya kian sedikit karena adanya pembabatan hutan secara besar-besaran, kayu mestinya tetap dipakai karena sifat kealamiannya. Material buatan yang diklaim sebagai pengganti kayu terkadang kurang ramah lingkungan karena nantinya tidak dapat terurai di alam. Oleh sebab itu, kayu sebaiknya jangan ditinggalkan tapi persediaan kayunya yang selalu harus ditambah dan pemakaian kayu dihemat sedemikian rupa. Teknologi pengawetan kayu juga turut membantu penghematan karena kayu bisa lebih kuat dan tahan lama. Selain itu, kayu yang kualitasnya biasa-biasa saja, dengan pengawetan ini menjadi layak untuk struktur arsitektur rumah.
Bambu untuk Arsitektur Rumah / Desain Rumah
Biasanya bambu dipandang sebagai bahan sekunder, tapi saat ini sedang menjadi material yang digemari karena kekuatan seratnya yang dapat menggantikan baja tulangan. Dengan sistem pengawetan yang baik, bambu dapat menjadi material primer untuk desain rumah yang mampu bertahan puluhan tahun. Selain itu, juga bisa memanfaatkan material bekas atau daur ulang seperti kusen atau daun pintu. Bambu bisa dimanfaatkan untuk berbagai macam elemen bangunan. Untuk struktur arsitektur rumah / bangunan rumah, bambu terbukti memiliki banyak keunggulan. Seratnya yang liat dan elastis sangat baik dalam menahan beban (baik beban tekan/tarik, geser, maupun tekuk). Selain itu, bambu juga bisa dimanfaatkan menjadi material lantai, dinding, atap, dan lain sebagainya. Dibandingkan kayu, bambu lebih cepat beregenerasi sehingga tidak usah menunggu terlalu lama untuk mendapatkan bambu yang layak. Indonesia memiliki jumlah spesies yang cukup besar, namun sayang belum terlalu dikembangkan.
Finishing Alami untuk Arsitektur Rumah / Desain Rumah
Finishing yang terbuat dari bahan-bahan alami tentu lebih sehat bagi penghuni rumah minimalis. Kelebihan lain, finishing ini dapat menghadirkan suasananya yang lebih alami pula sesuai tren saat ini. Sayangnya saat ini kebanyakan finishing kebanyakan menggunakan bahan kimia, meski ada beberapa produsen yang mulai mengurangi penggunaannya (misalnya, tidak lagi memakai thinner sebagai pengencer dan finishing non-toxic). Di masa lalu, orang membuat sendiri finishing dari bahan-bahan di alam, seperti tanah liat, kapur, dan lain-lain. Orang Toraja dahulu dalam membuat arsitektur rumahnya perlu meneteskan tuak (fermentasi air kelapa) untuk membuat warna lebih “keluar” dan tahan lama.
Cat/Pewarna Alami untuk Arsitektur Rumah/Desain Rumah
Arsitektur rumah / desain rumah tradisional Indonesia biasanya cukup meriah warna-warnanya, padahal dulu belum ada industri cat seperti sekarang. Ternyata, cat atau pewarna untuk bangunan tersebut dibuat dari bahan-bahan alami yang tersedia di lingkungan sekitar. Bahan pewarna alami ini tidak ada efek sampingnya bagi penghuni maupun lingkungan. Karena belum dikembangkan, maka pilihan warnanya masih terbatas, seperti hitam, merah, putih, kuning, dan campuran-campurannya. Warna merah dan kuning didapat dari tanah liat, hitam dari arang, putih dari jeruk nipis. Orang Papua terlebih dahulu mengolah sejenis siput untuk mendapatkan cairan putih.
Bata Merah untuk Arsitektur Rumah / Desain Rumah
Bata merah saja dapat memiliki banyak sekali kemungkinan cara penyusunannya. Dapat dipasang seperti biasa, atau diberi jarak antara bata merahnya sehingga dindingnya berlubang-lubang, atau bata dipasang dengan variasi susunan satu bata dan setengah bata, dan lain-lain. (sumber : http://www.arsitekturrumah.com)

Tinggalkan komentar

Filed under Arsitektur

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s