Badai Marsella Menerjang Budiono

Marsella Berbagai cerita terjadi di Istana Wakil Presiden, siapa pun yang menempati istana ini  tak terelakan dari gosip, skandal, maupun cerita seru dibalik misteri isatana.

Pada masa pemerintahan Presiden Soeharto, tempat kerja Wakil Presiden sering disebut Kantor Wapres atau Istana Merdeka Selatan, disingkat Mersela. Bagian depan Mersela terletak di Jalan Merdeka Selatan dan belakang di Jalan Kebun Sirih.

Mersela berdiri diapit gedung Kedutaan Besar Amerika Serikat dan Kantor Gubernur DKI Jakarta.
Fotografer Alex Lumi (almarhum) pernah bercerita, pada masa pemerintahan Orde Lama, ia dipanggil ke tempat itu oleh Bung Karno. Waktu itu, tempat tersebut sebagai bekas kantor mantan Perdana Menteri Sjahrir. Alex dipanggil ke situ karena memotret Bung Karno ketika tidak mengenakan kopiah. Pengawal Bung Karno marah. Akan tetapi, ketika berhadapan langsung, Bung Karno ramah sekali.
Sebelum ketemu langsung dengan Bung Karno, Alex takut sekali, seperti ada badai. ”Tempat itu memang misteri, sering ada badai. Akan tetapi, kadang-kadang hening,” ujar Alex ketika menjadi juru potret Jakarta Post di Istana Presiden pada masa pemerintahan Presiden BJ Habibie.
Pada masa Sultan Hamengku Buwono IX dan Umar Wirahadikusumah menjadi wakil presiden (pada masa pemerintahan Soeharto), tempat ini jarang sekali didatangi wartawan yang sehari-hari meliput kegiatan presiden dan wakil presiden.
Pada masa Adam Malik, tempat itu ramai dengan kehadiran wartawan. ”Adam Malik itu pandai bicara karena mantan wartawan,” ujar Soeharto, suatu ketika.
Ketika Try Sutrisno jadi wakil presiden, para wartawan berbondong-bondong ke Mersela apabila Soeharto tidak ada acara. Banyak wartawan rajin sekali nongkrong di tempat ini tatkala BJ Habibie masuk ke Mersela.
Tidak tergantung
Ketika Megawati Soekarnoputri menjadi Wapres, Mersela tidak begitu bergantung pada Istana Presiden di Merdeka Utara. Mersela mengeluarkan tanda pengenal sendiri untuk para wartawan.
Pada masa pemerintahan Soeharto, kartu pengenal wartawan (kuning merah putih) hanya dikeluarkan Sekretariat Negara di Jalan Veteran. Kartu pengenal itu diberikan kepada para wartawan setelah melalui uji kelayakan yang panjang.
Setelah Megawati menjadi Wapres, sampai kini Mersela mengeluarkan kartu pengenal wartawan sendiri. Megawati tidak banyak bicara dengan wartawan. Akan tetapi, gerak-geriknya menjadi perhatian wartawan, apalagi ketika berselisih dengan Presiden Abdurrahman Wahid.
Pada masa Megawati, Mersela direnovasi di beberapa bagian, antara lain dibangun masjid. Oleh Wapres Hamzah Haz (masa pemerintahan Presiden Megawati), teras masjid itu digunakan Hamzah untuk pernyataan pers seusai shalat Jumat.
Mersela semakin meriah ketika Jusuf Kalla (JK) menjadi Wapres. Hampir tiap detik ada berita tentang JK.
Awal masuknya Boediono ke Mersela, berembus badai peristiwa Bank Century. Boediono dipanggil Panitia Khusus DPR tentang Hak Angket Bank Century. Ada teriakan Boediono maling saat itu. Untuk menghadapi masalah ini, Yopie Hidayat diberi mandat penuh oleh Boediono untuk berbicara dengan wartawan. Boediono memilih tidak mengadukan masalah itu kepada polisi.
Kepada Yopie, Boediono mengatakan, tidak perlu harus ada pemberitaan tentang Wapres apabila tidak ada yang perlu disosialisasikan. Semua urusan Mersela yang berhubungan dengan wartawan diserahkan kepada Yopie sebagai juru bicara.
Tentang badai yang menimpa Mersela saat ini, pengamat ekonomi Faisal Basri mengatakan, ”Aneh ya, orang bersih seperti Boediono dikejar-kejar sebagai koruptor.”
”Badai yang diembuskan dari Pansus DPR adalah proses politik yang akan berujung pada kepentingan politik,” ujar Yopie, Minggu (21/2) malam di sebuah sudut Jakarta.
Entah kapan badai di atas Mersela berhenti. Apabila badai berlalu, Boediono akan lulus ujian menghadapi badai. Dia bisa jadi kuat dan matang. (kompas.com)

Tinggalkan komentar

Filed under Politik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s