FTV Indosiar : Sumpah Deh Gue Benci Loe

Sumpah Deh Gue Benci Loe. Di kampusnya Gito amat popular sebagai cowok humoris, super supel, pede abis, dan suka berpenampilan dengan berkostum aneh-aneh seperti vokalis Dani Dewa. Sayang seribu sayang kepribadian istimewa Gito dianggap hanya  menutupi kekurangan diri cowok itu yang susunan giginya tonggos melewati bibir. Buat cewek-cewek yang anti Gito banyak yang menyebut amit-amit dan menganggap nama Gito akronim dari GIgi TOnggos.
Sejak kecil Gito sering disepelekan dan dilecehkan teman-teman sepermainannya. Orangtuanya yang suka tergolong berada sering mengelus dada dan kasihan, hati mereka miris menyaksikan anak tunggal mereka susah mendapatkan pacar. Kalau ada cewek yang mau, itu cuma untuk memoroti duit Gito yang termasuk royal.
Seiring waktu berjalan, terjadi peristiwa besar pada Gito. Claudya artis sinetron yang namanya jadi buah bibir, dan juga menjadi idola Gito, masuk kampus sebagai mahasiswi baru. Bisa dibayangkan, bagaimana bahagianya Gito.
Tiap hari ia berusaha pasang aksi di depan Claudya buat menggaet cewek Indo itu dengan  bermacam tingkah-laku dan polahnya aneh-aneh. Bukannya simpatik, Claudya malah jadi benci  sekali dengan Gito. Hebatnya meski sering kena cacian, Gito tetap cuek.
Bahkan Gito nekat berdatang ke rumah Claudya. Hasilnya Gito bukannya ditemui Claudya melainkan disiram air oleh pembantu sang pujaan hati atau malah kena pentung satpam si Kumis Jabrik yang ingin supaya GITO buru-buru minggat dari rumah Claudya.
Bapak dan ibu Gito cuma bisa mengurut dada dan menganggap anaknya mulai sinting bermimpi punya pacar artis. Dasar bermuka tembok, ia tidak pernah mau mundur. Kenekatan dan kegigihan Gito membuahkan hasil ketika ban mobil Claudya itu kempas di jalan. Meski hanya jadi tukang dongkrak, Gito  menawarkan jasanya.  Claudya yang kepepet terpaksa bersedia menerima bantuan tersebut walau dalam hati merasakan kebencian yang amat sangat.
Senyum manis Claudya yang mengucapkan terima kasih selama seminggu terbayang-bayang di benak Gito, obsesinya menjadikan cewek itu kekasih makin menggebu-gebu. Namun  ketika membaca tabloid yang mengabarkan Claudya digosipkan pacaran dengan Dono Asmara seorang aktor yang beken sebagai playboy, Gito langsung sakit meriang 3 hari 3 malam.
Bahkan, Gito terpaksa diopname di RS dan dianggap mau meninggal. Semua keluarga dan kerabat menasehati Gito agar melupakan khayalannya yang kelewat tinggi untuk menjadi pacar Claudya, kedua orangtuanya yang tidak mau kehilangan sang putra terpaksa menemui Claudya dan memohon supaya gadis itu bersedia membesuk Gito yang dalam keadaan kritis.
Merasa tidak enak hati karena dianggap penyebab sakitnya Gito, Claudya akhirnya bersedia menemui Gito di rumah sakit  setelah papa dan mamanya ikut membujuk. Kehadiran Claudya kontan membuat Gito langsung sadar dan sehat.
Suatu hari saat sedang asyik menunggu Claudya keluar rumah, Gito bertemu dengan Melisa seorang bos agensi artis yang sudah dibuat pusing tujuh keliling mencari model iklan yang sesuai dengan produk yang ditawarkan.
Begitu melihat Gito, Marisa merasa tertarik dan meminta pemuda itu ke kantornya. Tawaran menjadi model tidak disia-siakan Gito, apalagi waktu dites akting, ia ternyata tidak mengecewakan sutradara dan produser iklan. Keruan, syuting langsung digelar.
Begitu muncul di televisi, profil Gito si GIgi TOnggos langsung menarik perhatian banyak orang. Kesuksesan itu juga yang membuatnya mendapat tawaran main film. Claudya yang diminta tampil bareng Gito sangat kaget, artis indo itu menolak mentah-mentah karena wajah Gito membuatnya timbul rasa benci sehingga aktingnya tidak bisa maksimal.
Di saat Claudya gundah, kedok Doni Asmara sebagai playboy terbongkar. Karena sakit hati dirinya diselingkuhi, Claudya terlibat pertengkaran dengan Doni Asmara hingga hubungan keduanya berakhir. Keruan saja, hal tersebut menjadi santapan infotainment.
Gito sendiri merasa kasihan dengan Claudya yang sejak putus berubah menjadi tidak terkendali dan sering minum-minum serta ngobat. Kedua orangtua Claudya tidak kalah prihatin, mereka kuatir kehadiran wartawan dan polisi membuat mental putrinya semakin hancur.
Sebagai solusi, keduanya meminta Gito untuk menyadarkan Claudya. Hal itu dikarenakan ibu Claudya pernah membaca diari putrinya yang menceritakan tentang Gito, yang meski dibenci namun sebenarnya Claudya kuatir bakal jatuh cinta pada pria itu karena pandangan matanya yang dapat menentramkan hati.
Merasa seolah mendapat bintang jatuh, dengan penuh kesabaran dan kelembutan Gito berhasil mengambil hati dan simpati Claudya. Gito juga memohon supaya gadis itu tidak menghancurkan karir dan masa depannya, namun sikap itu malah membuat Claudya makin benci dengan sikap sok pahlawan pria bergigi tonggos tersebut.
Kegigihan Gito mengeluarkan Claudya agar bisa keluar dari jerat dan lingkungan gaul yang buruk membuatnya harus berhadapan dengan geng anak-anak narkoba. Bahkan Gito sempat dipukuli sampai babak-belur, namun cowok itu tetap nekad menyelamakan CAUDYA. 
Melihat Gito yang rela berkorban sampai nyaris mati dikeroyok membuat perasaan CLAUDYA tersentuh. Dalam keadaan sekarat, Gito dibawa ke rumah sakit dengan susah-payah oleh Claudya. Saat menunggui Gito yang belum sadar, Claudya menyadari semua kesalahannya termasuk kebenciannya terhadap pria itu yang terlalu berlebihan.
Dari situ hati Claudya mulai terbuka dan sadar kalau sesungguhnya Gito adalah pria yang bertanggung jawab dan dewasa. Rasa benci yang jadi duri dan ganjalan di hati Claudya cair. Keduanya menjadi baik dan banyak kecocokan. Percintaan mereka pun bikin heboh karena sebagai artis, pasangan itu sering muncul di tabloid dan wawancara TV.
Gito berjanji bener-bener mencintai Cludya setulus hati dan sampai mati, begitu pula sebaliknya. Keduanya amat bahagia, mereka percaya cinta dan jodoh bukan hanya urusan manusia semata tapi ada takdir yang sudah dikodratkan oleh Tuhan sebagai salah satu kasih sayang-NYA

Tinggalkan komentar

Filed under Film

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s