Tahu dan Tempe Makanan Rakyat

Tahu dan Tempe Makanan RakyatKedelai atau kacang kedelai adalah salah satu tanaman polong-polongan yang menjadi bahan dasar banyak makanan Timur Jauh seperti kecap, tahu dan tempe. Kedelai yang dibudidayakan sebenarnya terdiri dari paling tidak dua spesies: Glycine max (disebut kedelai putih, yang bijinya bisa berwarna kuning, agak putih, atau hijau) dan Glycine soja (kedelai hitam, berbiji hitam). 
G. max merupakan tanaman asli daerah Asia subtropik seperti Tiongkok dan Jepang selatan, sementara G. soja merupakan tanaman asli Asia tropis di Asia Tenggara. Kedelai merupakan sumber utama protein nabati dan minyak nabati dunia.Pemanfaatan utama kedelai adalah dari biji. Biji kedelai kaya protein dan lemak serta beberapa bahan gizi penting lain, misalnya vitamin (asam fitat) dan lesitin. Olahan biji dapat dibuat menjadi :
  • tahu (tofu),
  • bermacam-macam saus penyedap (salah satunya kecap, yang aslinya dibuat dari kedelai hitam),
  • tempe
  • susu kedelai (baik bagi orang yang sensitif laktosa),
  • tepung kedelai,
  • minyak (dari sini dapat dibuat sabun, plastik, kosmetik, resin, tinta, krayon, pelarut, dan biodiesel.
Di Indonesia, kedelai menjadi sumber gizi protein nabati utama, meskipun Indonesia harus mengimpor sebagian besar kebutuhan kedelai. Ini terjadi karena kebutuhan Indonesia yang tinggi akan kedelai putih. Kedelai putih bukan asli tanaman tropis sehingga hasilnya selalu lebih rendah daripada di Jepang dan Tiongkok. kedelai merupakan tanaman dengan kadar protein tinggi sehingga tanamannya digunakan sebagai pupuk hijau dan pakan ternak.
Indonesia saat ini mendapatkan pasokan kedelai terbesar dari Amerika dan Argentina. Konsumsi kedelai di negara kita adalah 2 juta ton/tahun dan komoditi kedelai telah menyedot devisa sebanyak 3 trilyun/tahun. Dan saat ini para pengusaha dan pengrajin tempe tahu sedang resah dikarenakan harga kedelai mengalami kenaikan. Kedelai telah mengalami kenaikan harga mulai bulan oktober 2007. 
Kedelai yang biasa dijual dengan harga Rp. 3000 s/d 4000/kg kini menjadi naik hingga 100% dengan kisaran harga Rp. 7000 s/d 8000/kg. Setiap harinya kedelai mengalami kenaikan Rp. 50 s/d 100/kg/harinya. Kenaikan harga kedelai dikarenakan akan adanya pengalihan lahan di negara pemasok dan karena harga minyak bumi dunia yang telah melesat naik.

Pemerintah meminta masyarakat untuk bersabar dan berjanji akan membebaskan bea masuk kedelai. Tetapi pemerintah tidak akan mensubsidi karena kedelai bukanlah komponen komoditi yang harus disubsidi. Di beberapa kota seperti Medan, Jakarta, Sukabumi dan Surabaya, para pengusaha dan pengrajin tempe tahu telah menghentikan proses produksinya. 

Ada sebagian pengusaha dan pengrajin tempe tahu yang mengurangi jumlah produksinya dengan memberhentikan beberapa para karyawannya serta mengurangi ukuran tempe tahu hingga 3,5 – 7,5 cm serta menaikkan harga jual tempe tahu. Tempe yang biasanya dijual dengan harga Rp.3000/papan kini dijual menjadi Rp. 6000/papan.
Saya jadi berpikir bagaimana bisa rakyat di negara ini bisa cerdas kalau makanan rakyat yang terkenal bergizi tinggi serta murah meriah meledup jadi barang mahal dan mewah. Padahal tempe juga merupakan makanan paporit saya,lho…!!!(source : Angkirang Jogya)

Tinggalkan komentar

Filed under Kesehatan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s