Menumbuhkan Kreatifitas Anak

Kreativitas anak menentukan 80 persen keberhasilan anak di masa depannya, sementara 20 persen lainnya ditentukan oleh intelegensi anak. 
Maka setiap orangtua tentu ingin anak-anaknya tumbuh menjadi pribadi yang kreatif. Orangtua bisa mengembangkan anak-anak lewat beberapa hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

Dr. Rose Mini, Psikolog yang dikenal dengan sebutan Bunda Romi ini mengatakan peran orangtua bertanggung jawab mengasah kreatifitas anak. Orangtua harus mampu mengimbangi pertumbuhan antara otak kiri dan otak kanan anak.

Menurutnya, sifat kreatif anak dapat diajarkan lewat bermain. “Cari cara berbeda saat anak belajar sesuai dengan kekuatan mereka. Belajar tidak hanya menggunakan konsep biasa, tapi biarkan anak melakukan hal yang berbeda dalam belajar seperti sambil bermain,” katanya dalam acara Coaching Clinic di Kidzania, Sabtu, 27 Februari 2010.

Anak harus menyukai lebih dulu sebelum diajarkan lebih dalam mengenai sesuatu. “Orangtua harus kreatif memasukkan pelajaran kepada anak dan ajak berdiskusi agar anak berpikir lebih jauh,” katanya.

Dalam mendidik anak, Bunda Romi memperingatkan orangtua agar tidak menggunakan banyak kata larangan pada anak. “Ganti kata ‘Jangan’ dengan ‘Sebaiknya’. Beri alternatif jawaban untuk memicu kreativitas anak,” kata Bunda Romi.

Seringkali sikap dan lingkungan di sekitar anak menjadi penghambat kreativitas. Diantaranya sikap otoriter orangtua, lingkungan yang tidak memberi tantangan dan terlalu memanjakan serta kebiasaan memberi jawaban singkat dan jarang memuji anak saat menampilkan perilaku yang diharapkan.

Sebagai orangtua, Bunda Romi menyarankan agar orangtua jangan segan memberi reward kepada anak baik berupa hadiah, pujian maupun pelukan sayang jika anak memberikan perilaku terpuji. “Ini akan menambah percaya diri dan kreativitas anak,” ujar Bunda Romi.

“Cerdas saja belum cukup membuat anak menjadi seorang yang sukses, tetapi anak yang kreatif berpeluang lebih besar untuk menjadi orang besar,” ungkapnya.

Tinggalkan komentar

Filed under Pendidikan Keluarga

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s