Bagi 20% Orang Olah Raga Hanya Buang Waktu Saja

Bagi 20% Orang Olah Raga Hanya Buang Waktu Saja-Banyak orang menganjurkan olah raga untuk kebugaran ataupun kesehatan tubuh, namun peneliti tidaklah demikian karena sebagian orang menjaga mendapatkan manfaat yang signifikan dari berolah raga. bahkan peneliti menilai Bagi 20% Orang Olah Raga Hanya Buang Waktu Saja.
Para ilmuwan telah menemukan bahwa manfaat kesehatan dari melakukan olahraga ditentukan oleh gen seseorang dan sifatnya bisa bervariasi antar tiap individu. Sekitar 20 persen dari jumlah penduduk tidak mendapatkan manfaat kesehatan yang signifikan dari berolahraga secara rutin..

Bagi orang-orang ini, olahraga teratur seperti joging, ke pusat kebugaran atau senam aerobik hanya memberikan efek yang sedikit untuk mengurangi risiko terkena penyakit seperti jantung atau diabetes.
“Hasil ini akan membuka jalan untuk membuat perawatan yang lebih personal dengan cara setiap pasien harus melakukan tes DNA terlebih dahulu untuk mengetahui cara mana yang efektif dalam menjaga agar jantungnya tetap sehat,” ujar ketua peneliti Dr James Timmons dari Royal Veterinary College, University of London, seperti dikutip dari Telegraph, Jumat (12/2/2010).
Dr Timmons mengungkapkan penelitian ini memecahkan landasan baru dengan menggunakan genom manusia, yaitu peta genetik dari dalam tubuh yang telah diterjemahkan oleh para ilmuwan 10 tahun lalu untuk melakukan perbaikan dalam hal perawatan kesehatan.
“Ini akan menjadi salah satu contoh perawatan personalisasi yaitu pengobatan menggunakan dasar genom,” ungkap Dr Timmons.
Pada studi yang dipublikasikan dalam Applied Psychology, sekitar lebih dari 500 partisipan dari Eropa dan Amerika Serikat menjalani berbagai program latihan sesuai dengan saran pemerintah yaitu olahraga lima kali dalam seminggu selama 30 menit.
Pada akhir studi didapatkan sebagian orang menunjukkan peningkatan konsumsi oksigen dalam tubuh yang bisa menjadi indikator kebugaran. Diungkapkan sekitar 30 gen yang diperkirakan berpengaruh terhadap peningkatan asupan oksigen, tapi dari jumlah itu hanya 11 yang terbukti memiliki dampak tertentu pada beberapa orang terkait manfaat berolahraga.
Tapi sebanyak 20 persen peserta hanya menunjukkan peningkatan maksimal kurang dari 5 persen, dalam hal ini bisa diabaikan. Sedangkan sebesar 30 persen tidak menunjukkan sensitivitas insulin yang berarti tidak mengurangi risiko diabetes.
“Kita tahu bahwa konsumsi oksigen yang rendah menjadi salah satu faktor risiko yang kuat terhadap penyakit dan kematian dini, sehingga para ahli menyarankan masyarakat agar berolahraga secara teratur untuk meningkatkan kapasitas oksigen. Tapi efek ini berbeda untuk setiap individu,” tambah Dr Timmons.
Dengan adanya penemuan ini diharapkan nantinya dapat menentukan langkah-langkah apa yang paling menguntungkan dan efektif untuk menjaga agar tubuh tetap fit serta menghindari risiko berbagai penyakit.
Jadi males aja nih olah raga, lebih baik nge-blog saja biar nambah ilmu. wkwkwkwkkwk……

Tinggalkan komentar

Filed under Kesehatan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s