Video Ariel – Luna Maya – Cut Tari, Sebuah Sinetron Realita

Video Ariel – Luna Maya – Cut Tari, Sebuah Sinetron Realita. Luar biasa tentu bukan kita arahkan ‘adegan’ pada video itu tapi atas ‘reaksi’ bangsa ini terhadap video ini. Bagaimana bangsa ini mengeluarkan ‘energi’ yang begitu sia-sia untuk dua potong video yang hanya berdurasi beberapa menit.
Pasca beredarnya dua video dengan pelakon yang sangat mirip dengan Ariel-Luna-Cut Tari itu, media kita — cetak, radio, apalagi televisi – hampir tak berhenti memberitakan kasus ini. Keriuhan berita ini mengalahkan berita apapun yang sedang terjadi di negeri ini.
Dan ternyata bukan cuma media kita yang begitu bernafsu untuk mengupas habis kasus video mesum ini, para petinggi republik ini pun merasa perlu untuk ikut turun tangan secara langsung. Bayangkan Kepala Kepolisian RI, sejumlah menteri, hingga DPR ikut turun tangan langsung menanggapi video ini. Ini jelas luar biasa sebab tak mudah sebuah kasus bisa mendapat perhatian hingga ke tingkat seperti Kapolri dan Menteri. Ini menunjukkan bahwa kasus video mesum ini ternyata merupakan kasus amat penting bagi negeri ini hingga harus melibatkan langsung para petingginya.
Yang menjadi pertanyaan: pantaskah reaksi sebesar ini untuk dua potong video mesum itu ?. Di satu sisi, kita tak pantas untuk mendiamkan begitu saja beredarnya video ini. Video ini jelas melanggar begitu banyak aturan di negeri ini baik aturan formal maupun non-formal.
Video ini melanggar undang-undang formal, terutama UU anti-pornografi yang baru saja diundangkan – yang kebetulan disahkan dengan begitu banyak pro dan kontra. Video ini juga melabrak norma-norma budaya ketimuran kita. Video ini sangat sangat tidak pantas untuk standar budaya kita.
Video mesum ini menjadi sangat ‘berbahaya’ karena melibatkan publik figur yang kebetulan merupakan idola banyak generasi muda kita. Kebobrokan moral yang dipertontonkan pelakon yang sangat mirip artis papan atas ini dikhawatirkan menjadi contoh sikap untuk para pengemarnya yang masih muda belia. Karena itu, dengan pertimbangan-pertimbangan di atas maka video ini jelas tak dapat didiamkan begitu saja.
Tapi di sisi lain, apakah kita pantas memberikan perhatian yang begitu amat besar atas kasus ini hingga harus melibatkan petinggi-petinggi republik ini ? Jawab: tidak pantas !. Dua potong video ini memang berbahaya tapi kita tidak selayaknya mengeluarkan energi yang begitu besar untuk menanganinya. 
Kita masih punya banyak agenda penting yang lebih menuntut perhatian dan konsentrasi kita. Apakah video mesum ini lebih penting dari kasus Century, krisis listrik, mafia pajak, KPK, penggantian Kapolri, dan sederet isu penting lain yang melibatkan hajat hidup orang banyak di negeri ini ?
Kasus video mesum ini dan reaksi yang diberikan merupakan cerminan yang menunjukan bangsa ini sebagai ‘bangsa sinetron’. Rakyat kita tampaknya ingin mengejewantahkan apa yang mereka lihat di sinetron ke dalam kehidupan sehari-hari.
Meski sinetron yang banyak ditayangkan di televisi kita memang jauh dari apa yang terjadi di kehidupan nyata tapi rakyatkita ingin melihat apa yang ada di layar televisi itu hadir dalam kehidupan sehari-hari.

Tinggalkan komentar

Filed under Selebritis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s