Manajemen PSM Makasar Bubar

Manajemen PSM Makasar Bubar – Karena faktor non teknis akhirnya manajemen tim PSM Makassar yang berlaga di kompetisi Liga Super Indonesia (LSI) membubarkan diri, Senin (13/12). Keputusan ini tentu sangat disesalkan oleh suporter PSM.

Manajemen yang dipimpinan Manajer PSM LSI, Hendra Sirajuddin, mengembalikan mandat dalam pertemuan dengan Ketua Umum PSM, Ilham Arief Sirajuddin, di Rumah Jabatan (Rujab) Wali Kota  Makassar, tengah malam tadi.

Selanjutnya, tim PSM ditawarkan kepada pihak lain yang berminat menangani tim ini. lham memberi batas waktu selama sepekan untuk mencari pengelola baru.

“Kalau ada yang berminat silakan mengajukan diri. Nanti kita pertimbangan. Teman-teman yang mengelola sekarang lelah karena tekanan yang berat, terutama aspek nonteknis” kata Ilham usai pertemuan.

Selain Hendra, manajemen yang hadir adalah Asisten Manajer Bidang Teknik Abdi Tunggal, Asisten Manajer Bidang Keuangan Suhardi Hamid, Marketing Communication Noor Korompot, Asisten Manajer Bidang Hukum Syahrir Cakkari, dan Juru Bicara Tim Nurmal  Idrus.

Faktor Nonteknis
Keputusan membubarkan diri dan mengembalikan mandat diambil dalam rapat manajemen yang dilaksanakan di kantor PSM Makassar Jl Gunung Batu Putih, kemarin sore.  Dengan pengembalian mandat tersebut, status pengelola saat ini dinyatakan demisioner. Sebagian besar anggota manajemen hadir dalam rapat ini. Hanya Faisal Maming (asisten manajer bidang umum) yang absen karena sedang berada di Jakarta.

Manajemen pun memutuskan menyerahkan mandat kepada Ilham yang juga Wali Kota Makassar sesaat setelah tiba dari Jakarta. Ilham tiba di Bandara Sultan Hasanuddin sekitar pukul 21.15 dan selanjutnya menuju ke rujab untuk bertemu dengan manajemen PSM LSI.

Akankah PSM mundur dari LSI? Ilham mengatakan, belum ada keputusan tentang hal tersebut. Dia berjanji akan menggelar konfrensi pers khusus untuk menyampaikan hal tersebut.

Marcom PSM, Noor Korompot, mengatakan, ada beberapa alasan yang membuat manajemen mengembalikan mandat, termasuk tekanan faktor nonteknis yang dirasakan tim Ayam Jantan dari Timur ini.

“Biar Ketua Umum PSM yang memutuskan mau diapakah tim ini selanjutnya. Beban yang ada saat ini sangat berat, terutaman bagaimana tim dikerjai,” tegas Korompot.

Sementara Nurmal menjelaskan keputusan krusial yang  disepakati dalam rapat adalah manajemen menolak keputusan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI yang menghukum PSM dengan laga usiran saat menjamu Persipura Jayapura 6 Januari mendatang. Manajemen PSM tidak akan mengajukan banding atau peninjauan kembali atas

Nurmal mengatakan, bila  Ilham akhirnya memutuskan tetap menginginkan PSM mengikuti LSI, berarti harus menunjuk ulang manajemen PSM dan membuat mandat baru. Tetapi, bila Ilham memutuskan PSM mundur dari LSI berarti PSM akan mengikuti Liga Primer Indonesia (LPI).

Bisa PK
PSSI melalui Sekretaris Jendral (Sekjen), Nugraha Besoes, mempersilakan PSM untuk mengajukan peninjauan kembali (PK) kepada Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid. Tawaran PSSI ini disampaikan Nugraha melalui SMS kepada wartawan media lokal di Makassar, kemarin siang.

Namun tawaran PSSI belum disampaikan langsung ke PSM. Ilham menyatakan tidak akan mengajukan PK. “Jangankan PK, banding saja di larang,” ujar Ilham ingkat. Diakhir penjelasan surat keputusan komdis kepada PSM dijelaskan bahwa keputusan PSM harus menggelar partai usiran dan denda uang Rp 20 juta tidak dapat dimohonkan banding.

Ditemui usai latihan di Lapangan Karebosi, kemarin sore,  Kapten PSM Makassar, Andi Oddang menyatakan masih ingin PSM bermain di LSI. “Kalau saya pribadi masih menginginkan PSM melanjutkan pertandingan di LSI,” katanya.

Ilham mengatakan, belum ada keputusan resmi tentang penguduran diri PSM dari LSI. Namun bila memang dalam sepekan tidak ada yang berminat mengelola tim ini maka  bisa saja PSM pindah ke LPI.

” Kebetulan LPI ini ada.  Yang pasti atmosfer sepakbola di Makassar tidak boleh hilang,” tegas Ilham yang baru saja terpilih sebagai Ketua DPD Demokrat Sulsel.

Peserta kompetisi LPI dijanjikan mendapatkan subsidi dari penyelenggara sebesar Rp 20 miliar. Namun mereka boleh lagi menerima bantuan dari APBD.

Sebelumnya, PSSI mengancam akan mem-black list tim yang mengikuti LPI karena dianggap tidak resmi. Pemain yang berkiprah di kompetisi ini juga tak boleh lagi main di LSI

(sumber : tribun timur)

Tinggalkan komentar

Filed under Berita, Hari Ini, Olah Raga

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s